Perbedaan P2P Lending dengan Crowdfunding, Pembiayaan mana yang lebih cocok?

 

Perbedaan P2P Lending dengan Crowdfunding, Pembiayaan mana yang lebih cocok

Bagi UMKM skala menengah yang kekurangan dana dan membutuhkan investor, kamu bisa mendapatkannya melalui perusahaan fintench P2P Lending dan Crowdfunding. Keduanya memberikan opsi pembiayaan yang hampir sama, namun dengan beberapa perbedaan yang menjadi karakteristik P2P Lending dan equity crowdfunding.

Mendapatkan pembiayaan dari platform ini tentunya bukan hanya membantu pelaku usaha dalam hal keuangan. Disisi lain, kamu juga membantu investor untuk mengelola dana dan melakukan perputaran dana dalam rangka mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Agar bisa mengetahui dengan pasti mana pembiayaan dan platform investasi yang lebih cocok untukmu, yuk pelajari perbedaan P2P Lending dengan crowdfunding berikut.

1. Peer-to-Peer Lending

Platform P2P Lending merupakan fintech yang memberikan wadah kepada investor untuk memberikan pinjaman kepada UMKM tanpa agunan dengan jumlah tertentu. Pada prosesnya, keuntungan yang akan didapatkan kreditur dari debitur adalah berbentuk bunga pinjaman yang sebelumnya sudah disetujui. Sayangnya jumlah bunga pinjaman dalam platform P2P Lending cukup besar sehingga cukup merugikan debitur.

Dengan jumlah bunga yang cukup besar ini debitur bisa saja kuwalahan sehingga menyebabkan terjadinya kredit macet dalam proses pendanaan. Jika ini terjadi, mungkin saja dana yang kamu investasikan tidak lagi bisa didapatkan. Jadi, pastikan kamu memilih platform P2P Lending yang memberikan proteksi kepada investor bila terjadi hal semacam ini.

Keuntungan dari penggunaan platform ini adalah pengajuan pinjaman yang cukup mudah bagi debitur tanpa harus memberikan jaminan sebagaimana pinjaman pada bank dan lembaga keuangan. Sebaliknya, kreditur juga dapat melakukan pendanaan dengan lebih mudah tanpa harus melakukan pertemuan kedua belah pihak.

Adapun beberapa rekomendasi platform P2P Lending Amartha dan masih banyak lagi.

2. Crowdfunding

Sedikit berbeda dengan sistem P2P Lending, bentuk pembiayaan yang akan kamu dapatkan melalui fintech jenis ini adalah urun dana atau donasi. Kamu akan tetap mendapatkan investasi sebagaimana yang kamu inginkan untuk kemajuan bisnis. Namun tidak membayarnya dengan bentuk pembayaran bunga. Melainkan dalam bentuk kepemilikan saham kepada investor dan pembagian deviden setiap tahunnya.

Untuk menarik investasi kamu perlu menceritakan ide bisnis dan berbagai prospek bisnismu kedepan kepada investor atau pemberi dana. Jika memang bagus, tentunya investor akan senang hati berinvestasi dalam proses pengembangan bisnismu.

Sebenarnya berinvestasi ke fintech crowdfunding hampir mirip-mirip dengan bentuk investasi ke pasar modal. Bedanya, disini UKM yang didanai belum dikatakan cukup layak untuk bisa masuk ke pasar modal. Dan platform crowdfunding Indonesia disini memberikan wadah bagi UKM yang masih kesulitan masuk ke pasar modal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manfaat Semangka untuk Pria yang Jarang Diketahui

Enak dan Mudah Diolah, Ini 5 Manfaat dari Jagung untuk Kesehatan Tubuh